Serentak Matikan Lampu di Pusat Kota Bandung

by Sani Firmansyah

Earth Hour Bandung kembali mengkampanyekan gerakan SEMALAM (Serentak Matikan Lampu) pada Jum’at 27 Januari 2017 yang bertempat di Alun-alun Bandung. Bandung Semalam adalah gerakan konservasi listrik yang diinisiasi oleh Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Bandung (kini menjadi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung) bersama Jaringan Komunikasi Bandung Bijak Energi di Tahun 2014.

Gerakan Bandung Semalam ini mengajak seluruh masyarakat kota Bandung khususnya untuk mematikan lampu serta mencabut peralatan elektronik yang tidak urgent selama 1 jam pada pukul 21.00-22.00 WIB, sesuai dengan surat edaran Walikota Bandung tentang Pemadaman Lampu selama 1 Jam dalam Rangka Gerakan Bandung Hemat Energi 2014. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali serta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersikap hemat dan bijak dalam penggunaan energi, sehingga terdapat penurunan konsumsi listrik.

Kegiatan Bandung Semalam dimulai dengan prakata dari Ibu Rita perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung dan simbolis pemukulan kentongan sebagai tanda dimulainya swicth off atau pemadaman lampu di Masjid Raya Bandung dan taman alun-alun Bandung. Kegiatan kali ini pun dihadiri oleh Duta Earth Hour Bandung 2017 Abu Marlo, Tomtom, Rina Ayu dan Sarita Teman Sebangku, mereka menyampaikan pesan dan kesan terkait agenda SEMALAM,  para Duta Earth Hour Bandung berharap kegiatan serentak matikan lampu ini dapat menjadi kebiasaan sehari-hari, dan mereka berpesan untuk menjadi pribadi yang tidak hanya peduli diri sendiri tapi juga peduli terhadap lingkungan dan jadikan #Semalam ini rasa bagi masyarakat Bandung.

Seluruh Earth Hour Champion sebelumnya sudah menyiapkan formasi lilin, namun ada yang menarik dengan lilin ini. Lilin yang digunakan merupakan berbahan dasar minyak goreng bekas atau jelantah, dimana sebelumnya minyak jelantah tersebut diolah menjadi ‘Biofuel’ yang lebih ramah lingkungan. Tepat pukul 21.00WIB, lampu Mesjid Raya Kota Bandung dan Pendopo Walikota Bandung dipadamkan, seluruh kawasan alun-alun menjadi gelap namun tetap romantis dengan adanya lilin biofuel yang sudah disiapkan.

Kegiatan selanjutnya diisi dengan penampilan-penampilan menarik dan inovatif dari relawan Earth Hour Bandung, yaitu pertunjukan wayang yang menceritakan kisah Petualangan Banyu dan Elektra Menyalakan Kota. Pertunjukan wayang ini merupakan sarana yang menarik untuk mengedukasi anak-anak berperilaku hemat energi, sehingga kebiasaan-kebiasaan positif terkait penggunaan energi dapat dilakukan sejak dini.  Selanjutnya penampilan dari EH Band yang menyanyikan lagu-lagu berkaitan dengan Bijak Energi, lagu yang disampaikannya ini berpesan  “alam terus memberi semua hal yang dapat hidupkan dunia melalui energi terbarukan, maka dari itu bersahabatlah dengan alam”. Setelah pemadaman selama satu jam, dilakukan simbolis kembali dan penyampaian prakata oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung sebagai tanda berakhirnya waktu pemadaman.

Harapannya dari Bandung Semalam ini, seluruh masyarakat Bandung menyadari akan pentingnya bersikap bijak energi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga gerakan serentak matikan lampu ini dapat menjadi bagian dari gaya hidup warga masyarakat kota Bandung.

Ditulis Oleh : Sri Aryanti

Editor : Sani Firmansyah


About the Author


Sani Firmansyah


Energi Terbarukan Ost. Pulau Bintang (Covered by EHband)